Kamis, 13 Oktober 2011

Pikiran Positif Manusia

Setiap manusia memiliki lebih dari 150 miliar sel akal yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita , namun tak banyak yang mengetahui fungsi dari akal tersebut. Sehingga banyak orang merasa dirinya bodoh dan tidak berguna. Disadari atau tidak, pikiran itu akan membawanya dekat pada kenyataan, sehingga fakta yang dimungkinkan terjadi adalah dia benar-benar bodoh dan tak berguna.
            Pikiran akan mempengaruhi pola pikir seseorang, sehingga melahirkan sebuah persepsi yang diwujudkan dalam alam nyata. Karena keadaan yang terjadi juga didukung oleh persepsi. Misalnya seseorang berpikir bahwa mata kuliah A sangat sulit. Dampak dari adanya pikiran negative atas mata kuliah tersebut akan direspon negative pula oleh akal manusia.
            Akal menyimpan informasi dan berbagai pengalaman dalam otak, kemudian berjuta pengalaman itu diklasifikasikan menurut jenis masing-masing. Misalnya pengalaman sedih yang telah dialami seseorang akan dikumpulkan dalam (anggap saja) suatu file tersendiri, begitu pula rasa marah, iri, dengki, sedih dan banyak lagi yang lainnya.
Karena itu, seperti dalam contoh di atas, ketika seseorang berpikir bahwa mata kuliah A sangat sulit, maka file tentang kesulitan akan terbuka dan mendukung kesulitan yang dirasakan olehnya. Sehingga membawanya untuk mendekat pada sebuah kegagalan.
Dalam kehidupan ini, pikiran positif sangat dibutuhkan. Karena dengan pikiran positif akan dilahirkan persepsi yang baik,, pola pikir yang positif, rasa optimis, percaya diri dan keyakinan. Jika semua itu telah tertanam dalam pikiran manusia, tentu sebagaimana halnya pikiran negative di atas, jika seseorang telah berpikir positif, maka file-file positif dalam otaknya akan terbuka dan mendukung pada keadaan positif, sehingga menjadikannya sangat dekat pada kenyataan.
Dr. Ibrahim Elfiky, seorang Maestro motivator muslim dunia, mengatakan bahwa: “kenyataan adalah persepsi anda, jika anda ingin mengubah kenyataan hidup anda, mulailah dengan mengubah persepsi anda.” Persepsi berada dalam pikiran manusia, karenanya, untuk mengubah persepsi yang ada, seseorang haruslah memperhatikan pikirannya terlebih dahulu. Karena persepsi lahir dari pikiran manusia. Pikiran positif akan melahirkan persepsi positif, begitu pula pikiran negative, maka ia akan melahirkan persepsi negative pula.
Selain hal di atas, pikiran manusia juga berpengaruh pada kondisi fisik seseorang. Terbukti dengan berubahnya raut wajah seseorang ketika ia sedang sedih, marah atau senang. Pikiran juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia. Detak jantung seseorang akan berdetak lebih cepat jika ia sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya takut atau cemas. Tekanan darah seseorang akan naik jika ia merasa takut dan banyak lagi contoh yang lainnya. Semua itu berasal dari satu sumber, yaitu pikiran.
Imam Ali bin Abi Thalib berkata: “Tuhan, apa yang tidak Kau beri kepada orang yang telah Kau beri akal? Dan apa yang Kau beri pada orang yang tidak Kau beri akal?.” Ungkapan Imam Ali bin Abi Thalib di atas menunjukkan bahwa begitu hebatnya kekuatan akal menusia hingga tak ada yang tak bisa di raih oleh seseorang yang oleh Allah telah dikaruniai akal. Begitupun sebaliknya, tak ada sesuatu yang bisa di raih tanpa akal.[i]




[i] Sumber bacaan: Dr. Ibrahim Elfiky, Terapi Berpikir Positif